HATI YANG LAIN: KEPERCAYAAN - By. Ruffie Lucretia

Sunday, December 24, 2017


Sewaktu Nana sedang membujuk Sasa, tak lama kemudian terdengar deringan telepon rumah di sudut ruang keluarga.
Ternyata yang menelepon adalah sang suami. Suami Nana berkata tidak akan bisa pulang malam ini karena harus extend di Jogya. Dengan alasan masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan di kota tersebut.
Setelah Nana sang istri membujuk anaknya Sasa untuk tidak ngambek dan kesal sama papa nya. Nana memutuskan untuk menghubungi sahabat baiknya;Lin.
Disebuah Cafe bilangan Kota Depok yang terletak disebuah Mall Megah menjadi tujuan Nana untuk bertemu dengan Lin.
Lin adalah sahabat baik Nana jauh sebelum Nana berkenalan dengan Gema, suaminya. Meskipun usia Lin terpaut jauh lebih muda dari Nana. Tidak menyurutkan hubungan keduanya yang seperti saudara itu.
Lin atau panjangnya Lintong, seorang eksmod masih single dan mapan. Untuk tampang menurut Nana- Lin patut diacungin jempol. Dengan tinggi semampai, postur tubuh atletis dan ditambah dengan menggunakan kacamata ala cowok cowok korea membuat Lin banyak di lirik mulai dari wanita muda hingga wanita yang sudah berumur. Tapi entah kenapa dari sekian banyak wanita yang datang kepadanya, selalu Lin tolak. Bukan karena dia berorientasi seksual yang berbeda namun karena ada alasan lain dibalik itu.
Nana sejak dulu sudah membatasi hubungan mereka. Pernah suatu waktu Lin mengajak Nana makan siang di sebuah restoran bernuansa sunda lengkap dengan gubuknya di daerah Depok, Jawa barat. Dan Lin tiba - tiba mengungkapkan perasaanya. Sontak Nana tertawa. Karena di pikiran Nana, Lin itu tipe cowok playboy. Dan pastinya kejadian "nembak" versi Lin sangat konyol sekali sehingga membuat Nana berpikir kalau Lin itu hanya bercanda.
***
"Na, ada masalah? Tanya Lin Serius

" iya Lin, lo tau kan kenapa beberapa waktu lalu gue kekeuh minta tolong lo buat hack ponsel suami gue?" Tanya Nana

"Iya, terus?"

"Setelah itu Lin, gue baca semua pesan yang masuk ke ponsel suami gue. Ada nama Ratih di sana. Awalnya gue gak curiga, tapi lama - kelamaan kok chatnya menjurus. Tapi mungkin karena mas gema sadar bahwa ponselnya disadap, sejak saat itu gak chat ke ratih lagi" cerita Nana dengan muka sedih

" dan yang bikin gue hancur adalah ketika gue membuntuti mas gema, Lin. Benar dugaan gue kalau selama ini lemburnya dia cuma bohongan dan hanya untuk alasan agar bertemu dengan perempuan itu" lanjutnya
Dan Nana pun bercerita kejadian setelahnya kepada Lin. Lin menanggapi dengan seksama.
***
Hari berikutnya,Setelah mendapatkan kabar bahwa mas gema;suaminya tidak bisa pulang untuk beberapa hari kedepan. Hati Nana gelisah. Gelisah karena berpikir; jangan - jangan suaminya itu sedang bermesraan di jogya bersama Ratih. Tapi segera ditampisnya.
Dengan penasaran Nana pun menghubungi ponsel suaminya. Lama kemudian barulah terhubung. Sepertinya suaminya risih di telepon Nana, pasalnya Nana mendengar suara suaminya itu dengan nafas memburu. Nana tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh suaminya yang membuat suara dan nafasnya tersenggal - senggal.
"Mas, kamu kenapa? Kok suara kamu seperti orang yang kelelahan?" Tanya Nana selidik
"Tidak apa - apa sayang. Aku hanya lelah saja karena seharian ini jadwal meetingku nonstop " jawab Gema
"Beneran gak apa mas? Klo kamu merasa gak enak badan, aku langsung ke tempatmu ya mas"
"Ya sayang seriusan gak kenapa- napa kok. Kamu gak usah kesini, im fine. Udah dulu ya sayang aku harus meeting lagi" tutup gema
Nana sang istripun penasaran. Tapi perhatiannya teralihkan karena Sasa mengajaknya untuk bermain.
***
Pukul 20.00 wib
Nana sudah membuat sasa seharian ini melakukan kegiatan kreatif. Mulai dari membuat origami hingga bermain rumah kardus.
Nana senang menemani sasa dalam tumbuh kembangnya. Nana sadar benar bahwa sasa memang butuh sosok seorang bapak yang bisa melakukan banyak hal, bisa memeluknya dikala sedih, bermain bersama dan hal lainnya. Sasa tidak butuh mainan mahal yang dibeli oleh papanya. Yang sasa butuhkan hanya kehadiran sosok papanya yang menemaninya bermain dan berbagi.
Setelah Sasa tidur, Nana kembali menghubungi ponsel Mas gema. Ternyata beberapa kali di hubungi ponselnya tidak aktif. Sejam dua jam dan hingga pukul duabelas malampun ponsel suaminya itu masih belum aktif.
Hati nana mulai gusar, kemana ia harus menghubungi suaminya. Masa iya harus sekarang juga berangkat ke jogya. Sasa apa kabar?
Nana mulai menenangkan hati dan pikirannya. Dan menghubungi adik ipar.
"Hallo, rif maaf malam - malam menggangu" sapa nana di telepon
"Ya teh ada apa telepon larut malam? Ada yang penting?" Ujar Arif adik dari Gema.
"Begini, kamu di hubungi mas mu kapan hari ini? Kamu ada kabar gak dari mas mu?" Tanya Nana penasaran
"Hmm.. Terakhir sih mas gema masih ribut di group keluarga jam sembilan malem teh. Habis itu sepertinya gak ada lagi. Aku juga langsung tidur" jawab Arif dengan nada mengantuk.
"Gak ada update apa - apa dari mas mu rif?" Selidik Nana
"Engga ada teh, memangnya kenapa? Ada apa dengan mas gema?" Tanya Arif
"Aku gak bisa hubungi mas mu rif. Sudah sejak jam delapan malam ini. Aku khawatir mas mu kenapa- napa soalnya terakhir telepon aku nafas mas mu seperti tidak baik"
"Yauda teh, teteh tenang aja ya. Nanti aku coba hubungi mas gema. Teteh tidur aja dulu ya" tenang Arif
Tak lama Nana mengakhiri percakapan dengan Arif, adik ketiga dari Gema suaminya.
***
Jam menunjukkan pukul empat subuh. Dan tidak ada tanda - tanda kabar baik dari adik iparnya ataupun suami yang menghubungi.
Perasaan Nana campur aduk. Bingung. Semua pikiran buruk bermunculan satu - persatu.
Kenapa suaminya tidak menghubunginya? Kenapa sampai detik ini ponsel suaminya masih non aktif.
Akhirnya Nana menghubungi Lin. Nana bercerita kepada Lin tentang suaminya yang tak ada kabar hingga detik ini.
Lin menyarankan kepada Nana, kalau memang nana penasaran dan khawatir tidak ada salahnya Nana langsung pergi ke Jogya dan make sure kondisi suaminya itu.
Tapi Lin tidak membiarkan Nana pergi seorang diri. Lin pun bersikukuh agar diperbolehkan pergi menemani nana.
***
Jogya, 12.00WIB
Setelah perjalan sejam lebih dari Jakarta ke Jogya menggunakan transportasi pesawat. Nana dan Lin tiba di kota Gudeg tersebut.
Lama sekali Nana tidak menginjakkan kaki di sana. Terakhir kali Nana ke Jogya ketika hamil Sasa yang masih berusia 4 bulan.
"Na, lo udah tau kan dimana hotel tempat suami lo nginep?" Tanya Lin sambil mendorong koper menuju pintu keluar bandara.
"Tau Lin, gue juga udah hubungi pihak hotel dan mereka membenarkan bahwa ada salah satu tamunya yang bernama Gema Pradana dari Jakarta" jawab Nana sembari nyeruput kopi instan yang dipegangnya.
"Okelah, kita cuss kesana. Tapi sebelum itu gue cuma mau bilang sama lo, Na. Apapun yang terjadi lo harus persiapkan hati lo. Dan inget jangan emosi ataupun berbuat tindakan konyol. Im warn you." Tegas Lin.
***
Di Salah satu Hotel bintang Lima di Pusat Kota Jogyakarta.
Sesampainya disana. Nana dan Lin segera menghampiri resepsionis dan bertanya tentang suaminya. Cukup lama percakapan mereka. Karena semua itu terkait privacy tamu hotel. Terlebih Gema, suaminya bukan orang biasa. Iya, Gema anak seorang Pejabat yang memiliki sebuah perusahaan IT consultan terbesar di Indonesia.
Setelah diyakinkan bahwa Nana adalah istri sah dari Gema dan meminta mereka untuk menyerahkan duplikat kunci kamar tempat suami nana tinggal. Akhirnya merekapun menuju kamar yang dimaksud.
Perasaan Nana campur aduk. Senang, sedih, kecewa jadi satu. Ditambah ucapan seorang resepsionis yang mengatakan bahwa suaminya itu semalam terlihat bersama wanita yang jelas bukan dirinya.
***
"Na, are you okey?" Tanya Lin khawatir.
"Kalau lo gak siap, biar sini gue yang buka pintunya. Lo bersembunyi aja" lanjut Lin
"Lin, elo yang paling tau perasaan gue saat ini kaya gimana. Masa elu masih mempertanyakan apakah gue baik - baik saja? Im totally not fine!" Ujar Nana menahan emosi
Lin langsung menggesekan kartu masuk pada pintu kamar hotel yang bernomor 334.
Pintu langsung terbuka.
Beberapa detik kemudian nampaklah sebuah adegan dimana suaminya sedang melakukan perbuatan tidak senonoh diranjang bersama wanita lain.
"PAPAAAAAAAAA APAAAA YANG KAMU LAKUKAAANNNNNNNN.....!!! " Teriak Nana histeris




*Bersambung*

You Might Also Like

0 comments

Like me on Facebook

Google+ Followers

Subscribe